Saatnya Ambil Bagian Dalam Trend Bisnis eCommerce

Industri e-Commerce punya potensi besar di Indonesia. Seiring pertumbuhan akses internet, transaksi jual beli online yang diperkirakan mencapai Rp 330 triliun di tahun 2012 masih akan terus tumbuh di tahun ini dan tahun tahun mendatang.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat pengguna internet di Indonesia hingga Juni 2012 mencapai 62,9 juta. Menurut Ketua Umum APJII Sammy Pangerapan, jumlahnya baru 25% dari total populasi penduduk.

Dalam dua tahun ke depan, APJII yang berinisiatif mendeklarasikan Indonesia Internet Governance (ID-IGF) bersama komunitas teknologi informasi komunikasi, berupaya untuk menjalankan tata kelola internet agar bisa memenuhi target 50% yang dicanangkan World Summit of Information Society (WSIS) untuk seluruh negara di dunia.

Jika pengguna internet tumbuh pesat di atas angka 100 juta, apalagi jika Indonesia bisa memenuhi target WSIS untuk Millenium Development Goals 2015 dengan jumlah penetrasi 125 juta, pasar bisnis e-commerce diyakini bisa tumbuh sedikitnya dua kali lipat.

Bakrie Telecom yang semula fokus mengembangkan akses telekomunikasi dengan teknologi CDMA pun tak mau tinggal diam dan ingin ikut ambil bagian dalam pemetaan bisnis e-commerce di Indonesia.

“Tingginya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia, baik melalui desktop maupun smartphone dan munculnya budaya online shopping membuat Bakrie Telecom percaya bahwa e-commerce merupakan salah satu strategi tepat untuk mendorong pertumbuhan di masa mendatang,” tutur Hilal Achmad, Head of Digital Marketing Bakrie Telecom.

Cerahnya prospek bisnis e-commerce di Indonesia juga membuat PriceArea.com tergerak untuk menyediakan platform mesin pencari khusus produk yang dijual secara online.

# Perkembangan e-commerce di dunia

Bisa dilihat pada Gambar di bawah ini trend e-commerce dunia menurut lembaga riset antara lain : Forrester, IDC, Technopak Advisors dan Frost & Sullivan.


Firma riset Frost & Sullivan memperkirakan nilai transaksi e-commerce di Indonesia akan mencapai $ 650,000,000 di tahun 2015.

e-Commerce Terbaik

“Untuk memacu pertumbuhan e-commerce, sekaligus memperluas networking di antara para merchant, PriceArea.com pun menggelar Indonesia Top e-Commerce 2012.

Kontes e-commerce terbaik dengan voting online yang diikuti oleh 80 ribu merchant lokal aktif akhirnya terpilih 30 finalis, dan kami telah memilih enam dan satu e-commerce idola,” tutur Andry Suhaili (Founder dan CEO PriceArea.com)

Berikut adalah kategori dan pemenang Indonesia Top e-Commerce 2012:

1. Best User Interface: Tokobagus.com
2. Best Ecommerce Solution: CHAT.co.id
3. Best B2C: Glodokshop.com
4. Best Social Media Campaign: Blibli.com
5. Best eFashion: PinkEmma.com
6. Best Small Medium Enterprise: Bebitang.com

Untuk e-commerce Idola, penghargaan diberikan kepada PinkEmma.com

Tokobagus.com sebagai pemenang Best User Interface dalam ajang Indonesia Top e-Commerce 2012 yang diselenggarakan PriceArea.com, adalah salah satu merchant yang paling serius menggarap industri e-commerce ini. Bahkan Tokobagus.com yang masuk peringkat ke-14 situs yang paling banyak dikunjungi di Indonesia (versi Alexa) sudah pasang ancang-ancang untuk menguasai mayoritas bisnis e-Commerce di Indonesia.

“Dari 100 juta pengguna internet di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, kami sedikitnya ingin melayani 50% dari pasar yang ada. Kami akan buat e-commerce semudah mungkin. Bahkan nenek Anda pun bisa berjualan lewat e-commerce,” kata Michal Klar, Managing Director Tokobagus.com.

Blibli.com sebagai pemenang Best Social Media Campaign melihat adanya peningkatan jumlah pengunjung dan transaksi hingga 1.600 persen di sepanjang tahun 2012, demikian menurut Kusumo Martanto, CEO PT Global Digital Niaga (GDN). GDN (Global Digital Niaga) sendiri merupakan anak perusahaan dari Djarum Group yang dipercaya untuk mengoperasikan Blibli.com yang didanai $ 10.000.000 ketika awal berdiri.

Tokopedia.com yang tidak masuk dalam jajaran pemenang Indonesia Top e-Commerce 2012 pun mendapat trend positif dari perkembangan industri e-commerce ini.
William Tanuwijaya, CEO dan pendiri PT Tokopedia, mengatakan bahwa jumlah pedagang di Tokopedia.com telah meningkat hingga 219 persen dan jumlah transaksi naik hingga 686 persen.

# Mall Online VS Toko Online

Industri e-commerce yang semakin prospektif ternyata tidak sepenuhnya membawa angin positif bagi para pemain besar. Tahun ini tepatnya, Multiply (yang dulunya berplatform blog) ditutup setelah tidak mampu bersaing di industri e-commerce.
Yang lebih mengenaskan lagi adalah Zalora yang rugi 900 Milyar di tahun 2012. Pemain besar ini (Multiply yang disupport oleh MIH grup dari Afrika Selatan dan Zalora oleh Rocket Internet dari Jerman) ternyata berdarah-darah di lumbung padi. Pasar internet di Indonesia yang terus berkembang, buat mereka, seperti bulatan besar tanpa isi.

Terseok-seoknya pemain besar di industri ini dikarenakan kondisi pasar di Indonesia yang tidak sama dengan Singapora, Malaysia maupun India. Globalisasi yang diusung tidak bisa berjalan dengan baik apabila tidak didukung oleh strategi lokal tepat.

Toko online besar (Mall Online) melihat market hanya dari data, angka dan statistik. Sedangkan toko online kecil melihat pasar sebagai manusia, yang punya hati dan perasaan. Perbedaan mendasar ini memunculkan implikasi besar. Data dan angka hanya akan menyederhanakan kondisi segmen pasar yang ditarget, termasuk men-generalisasi kondisi psikografis segmen. Mall Online, seperti Lazada, Lojai, dll; juga mempunyai jenis konsumen yang terlalu beragam. Tidak fokus.
Ini yang membuatnya susah bergerak ketika satu segmen marketnya meredefinisi ulang dirinya.
Pemain kecil akan lebih unggul, karena akan bisa lebih personalized dalam pelayanan.

Toko online sebaiknya menjual satu produk yang memang menjadi spesialisasinya. Baju, herbal, sepatu atau apapun itu. Sebaiknya tidak menjual barang dengan diversifikasi yang beragam.
Biar bagaimanapun juga, menguasai keywords di search engine adalah hal yang paling mendasar.
Ini berarti, toko kecil akan berusaha mati-matian untuk mempertahankan keywords toko online-nya.
Toko online besar? Mendatangkan pengunjung yang tertarget akan menjadi tantangan tersendiri.
Ide Multiply untuk mengumpulkan toko-toko kecil masuk ke satu Mall Online bernama Multiply sebetulnya brilian. Tetapi ternyata orang Indonesia lebih menyukai membuka toko kecilnya sendiri, daripada membuka toko di mall online yang minim pengunjung.

# Faktor Kali bisnis e-commerce Jeunesse Global

Seperti disebutkan diatas Toko Online kecil sangat mungkin mengalahkan para pemain besar (Mall Online) karena mereka lebih fokus dan memiliki pendekatan yang lebih personal terhadap customer.
Bagaimana dengan Jeunesse Global? Jeunesse Global lebih dahsyat karena menggabungkan konsep e-commerce dan networking. Dengan networking akan terjadi leverage yang luar biasa, karena adanya faktor kali. Layaknya seperti kita memiliki ribuan toko online kecil.
Secara pengelolaan Jeunesse Global juga sama seperti Toko Online kecil yang lebih personal.
Orang bergabung di Jeunesse Global cenderung karena kepercayaan terhadap individu yang mengajak kerjasama. Bukan karena Company-nya.
Kelebihan lain dari Jeunesse Global yang tidak dimiliki oleh toko online biasa adalah platform Dropshipping-nya, dimana kita tidak direpotkan untuk stok barang maupun shipping (pengiriman).
Spesialisasi produk yang paling terdepan di bidang Teknologi StemCell untuk Anti Aging dari Jeunesse Global juga membuat bisnis ini makin unggul dan sulit untuk ditandingi.

Referensi : inet.detik.com – thejakartapost.com
http://jeunessejakarta.weebly.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s